SAMPIT, 21 November 2025 — Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) H. Asan Sampit turut memperingati Hari Pohon Internasional yang diperingati setiap tanggal 21 November sebagai bentuk apresiasi terhadap peran penting pohon bagi kehidupan manusia dan keberlanjutan lingkungan.
Hari Pohon Internasional menjadi momentum global untuk mengingatkan kembali bahwa pohon bukan hanya penghasil oksigen, tetapi juga penopang ekosistem, penyerap karbon, pelindung keanekaragaman hayati, serta penjaga keseimbangan alam. Bagi Kalimantan Tengah—yang dikenal dengan kekayaan flora dan fauna tropis—peran pohon menjadi semakin vital.
Komitmen Bandara dalam Menjaga Lingkungan
Sebagai salah satu objek vital transportasi udara, UPBU H. Asan Sampit terus berkomitmen menciptakan lingkungan bandara yang asri, aman, dan berkelanjutan. Berbagai langkah dilakukan secara bertahap untuk mendukung pelestarian alam, di antaranya:
- Penghijauan area bandara dengan penanaman pohon peneduh dan tanaman produktif.
- Pemeliharaan ruang terbuka hijau untuk menjaga kualitas udara dan kenyamanan pengguna jasa.
- Pengendalian risiko lingkungan, termasuk penataan vegetasi yang tetap memperhatikan aspek keselamatan penerbangan.
Komitmen ini sejalan dengan upaya global mengurangi dampak perubahan iklim, sekaligus mendukung terciptanya ruang publik yang sehat dan nyaman bagi masyarakat.
Mengajak Masyarakat Lebih Peduli
Momentum Hari Pohon Internasional juga menjadi ajakan bagi masyarakat Kotawaringin Timur dan sekitarnya untuk terus menjaga dan melestarikan pohon demi masa depan. Pohon bukan hanya simbol kehidupan, tetapi juga warisan ekologis untuk generasi mendatang.
UPBU H. Asan Sampit mengajak seluruh #SahabatHAsan untuk:
🌱 Menanam minimal satu pohon setiap tahun
🌳 Merawat pohon yang sudah ada
🍃 Menghindari penebangan liar
🌏 Mendukung ruang hijau di lingkungan masing-masing
Karena melestarikan pohon berarti menjaga bumi tetap hidup untuk kita semua.