Sampit, 3 November 2025 – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) H. Asan Sampit menggelar Rapat Koordinasi Strategis bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur di Ruang Rapat Kantor Operasional UPBU, Senin (3/11). Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya untuk menindaklanjuti hasil audit keselamatan dari Inspektorat Jenderal serta mempersiapkan infrastruktur bandara menuju fase pengembangan berikutnya.
Rapat dipimpin oleh Kepala UPBU H. Asan Sampit, Abdul Haris, dan dihadiri perwakilan dari Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta AirNav Indonesia Cabang Sampit.
Dalam paparannya, Kepala UPBU H. Asan menyampaikan beberapa temuan penting yang menjadi perhatian bersama, di antaranya:
- Penyesuaian Runway End Safety Area (RESA) sesuai standar internasional;
- Peningkatan pagar perimeter bandara yang saat ini masih di bawah standar ketinggian;
- Penanganan pohon penghalang pandangan (obstacle) di sekitar area operasional tower ATC;
- Dan yang paling mendesak: akses jalan warga yang memotong ujung runway 31, yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Perhubungan dan Dinas PU menyatakan komitmen penuh untuk berkolaborasi.
Beberapa langkah strategis telah disepakati bersama:
- Pemasangan portal buka-tutup di akses jalan warga menuju ujung runway. Portal ini akan dioperasikan oleh petugas bandara untuk memastikan area steril saat pesawat take off dan landing.
- Pembangunan jalan inspeksi baru di tepi sungai oleh Dinas PU Kotim, sebagai jalur alternatif agar akses warga tidak lagi melewati kawasan bandara.
- Pemda akan menganggarkan kegiatan penebangan pohon yang mengganggu jalur pandang penerbangan.
- UPBU H. Asan Sampit akan menindaklanjuti dengan pembangunan pagar perimeter standar 2,44 meter, setelah relokasi akses jalan terealisasi.
Langkah penguatan keselamatan ini juga menjadi bagian dari amandemen Sertifikat Bandar Udara, yang tengah dikaji oleh Direktorat Bandar Udara dengan potensi pengoperasian pesawat Airbus A320.
Selain itu, pihak bandara bersama Pemda juga sedang menjajaki rute baru Banjarmasin–Sampit yang diharapkan dapat memperluas konektivitas, khususnya untuk layanan jamaah haji dan umrah dari wilayah Kotawaringin Timur dan sekitarnya.
Bupati Kotim juga menunjukkan dukungan penuh dengan kesiapan melakukan koordinasi langsung ke Jakarta guna mempercepat penerbitan Sertifikat Bandar Udara (SBU) yang menjadi syarat pengoperasian maskapai baru.
Rapat koordinasi ini ditutup dengan semangat optimisme dan komitmen untuk terus menjaga keselamatan, pelayanan, dan pengembangan transportasi udara di Kotawaringin Timur.
Kolaborasi antara UPBU H. Asan Sampit dan Pemerintah Daerah menjadi contoh sinergi nyata dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih aman, modern, dan berdaya saing.
✈️
#SahabatHAsan
Bakti Transportasi untuk Negeri
#BandaraSampit #Kemenhub #KotawaringinTimur #KeselamatanPenerbangan #Kolaborasi #SinergiUntukNegeri