Kampanye Keamanan dan Keselamatan Penerbangan di SDN 2 Baamang Hulu: Edukasi Sejak Dini untuk Masa Depan Transportasi Udara yang Aman

Sampit – Kantor UPBU Kelas II H. Asan Sampit kembali menggelar kegiatan Kampanye Keamanan dan Keselamatan Penerbangan tahun 2025, kali ini menyasar siswa-siswi SD Negeri 2 Baamang Hulu. Acara yang berlangsung pada pagi hari dipimpin langsung oleh Ketua Kampanye Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, dengan dukungan penuh dari jajaran pegawai UPBU H. Asan.

Materi kampanye disampaikan oleh Syaifudin Miftakhul Hudha (Petugas Junior PKP-PK), Marhaeni (Petugas Junior Avsec), serta Rahimah (taruni Politeknik Penerbangan Indonesia Curug). Para pemateri menjelaskan bahwa kampanye ini bertujuan mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk tahu, peduli, dan mau berperan aktif dalam menjaga keamanan penerbangan.

Dijelaskan pula perbedaan antara keamanan dan keselamatan penerbangan. Keamanan menekankan pada pencegahan dari ancaman eksternal, seperti barang terlarang atau tindakan melawan hukum. Sedangkan keselamatan lebih kepada memastikan seluruh perjalanan, baik penumpang maupun awak pesawat, berjalan tanpa gangguan teknis atau insiden yang membahayakan.

Anak-anak diperkenalkan dengan bahaya layang-layang, balon udara, laser, dan drone di sekitar bandara. Misalnya, benang layang-layang dapat tersangkut di sayap atau mesin pesawat, sinar laser bisa menyilaukan pilot saat lepas landas atau mendarat, sementara drone maupun balon udara berpotensi menabrak atau tersedot ke mesin pesawat.

Selain itu, siswa juga diberi pemahaman tentang aturan ketat memasuki area bandara. Ditegaskan bahwa siapa pun yang masuk tanpa izin dapat dikenakan sanksi hukum berupa denda hingga Rp 3 miliar dan pidana penjara selama satu tahun.

Antusiasme siswa terlihat dari berbagai pertanyaan menarik yang mereka ajukan, mulai dari mekanisme pesawat bisa terbang, jumlah maksimum penumpang yang bisa dibawa, hingga alasan larangan penggunaan laser dan drone di sekitar bandara.

Para pemateri menjawab dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami anak-anak. Misalnya, dijelaskan bahwa selain karena gaya angkat dan dorong, pesawat bisa terbang berkat dukungan mesin turbo, desain aerodinamis sayap, serta sistem instrumen canggih yang membantu pilot.

Kegiatan ini ditutup dengan penyampaian pesan bahwa menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan bukan hanya tugas petugas bandara, tetapi juga tanggung jawab bersama masyarakat. Anak-anak diajak untuk menjadi agen kecil yang peduli dengan lingkungan sekitar, khususnya dalam mencegah aktivitas berbahaya di kawasan bandara.

Melalui edukasi sejak dini ini, diharapkan tumbuh kesadaran generasi muda untuk selalu mendukung terciptanya penerbangan yang aman, nyaman, dan selamat bagi semua pengguna jasa transportasi udara.

Tinggalkan komentar