Sampit, 23 Maret 2025 – Hari ini, dunia memperingati Hari Meteorologi Dunia ke-75 dengan tema global yang diusung BMKG: “Closing the Early Warning Gap Together” atau “Menutup Kesenjangan Peringatan Dini Bersama-sama”. Tema ini menekankan pentingnya akses peringatan dini yang merata bagi semua lapisan masyarakat guna menghadapi dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
Di Bandar Udara H. Asan Sampit, meteorologi berperan krusial dalam menjamin keselamatan penerbangan. Dengan data cuaca yang akurat dan sistem peringatan dini yang andal, operasional penerbangan dapat berlangsung aman dan efisien.
Peringatan Dini Cuaca 2025
📍 BMKG memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Juni, Juli, dan Agustus 2025, dengan potensi kekeringan dan peningkatan risiko kebakaran hutan/lahan di beberapa wilayah.
📍 Sejak awal tahun, telah terjadi 1.732 kejadian cuaca ekstrem yang berdampak luas pada berbagai sektor, termasuk penerbangan. Oleh karena itu, peringatan dini dan mitigasi risiko sangat penting dalam menjaga keselamatan transportasi udara.
Upaya Adaptasi dan Mitigasi
Bandar Udara H. Asan Sampit terus meningkatkan koordinasi dengan BMKG dan stakeholder penerbangan untuk memastikan informasi cuaca selalu diperbarui secara real-time. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk beradaptasi dengan perubahan iklim melalui:
✅ Pengelolaan air yang bijak 💧
✅ Efisiensi energi ⚡
✅ Pengurangan emisi karbon 🌿
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, kita dapat menghadapi tantangan cuaca ekstrem dengan lebih baik. Selamat Hari Meteorologi Dunia! Mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya peringatan dini untuk masa depan yang lebih aman.